Monday, 7 January 2013

Mengetahui lebih lengkap tentang Budaya Dusun Lemah Abang

SEJARAH JATHILAN KUDHO SEMBODO
            Kesenian jathilan memang sudah melekat dimasyarakat lemah abang sejak awal tahun 1992. Bermula dari hoby beberapa orang seniman lemah abang yang suka dengan tari-tarian, dan mereka  menyalurkan bakatnya lewat  kesenian jathilan. Karena pada saat itu di lemah abang belum ada alat-alat yang memadai untuk melakukan latihan, mereka rela datang jauh-jauh ke wilayah seberang guna untuk meikuti latihan dan pentas disana. Banyak dari mereka yang langsung diterima dan bergabung pada group jathilan di wilayah itu. 

Semakin lama, ternyata hal tersebut justru mengundang antusias warga lemah abang dan sekitarnya. Yang dulu hanya sekitar 3-5 orang, kini hampir sepuluhan orang yang mengikuti  kesenian jathilan itu. Seringnya pentas  di sana sini dan semakin bertambahnya anggota yang masuk, ternyata tak sedikit masalah yang melalu lalang menghampiri group jathilan itu. Ya maklum, kalau belum memiliki group jathilan sendiri  kadang cuma di anggap seperti  anak tiri aja.
  
Tepatnya pada tanggal 3 Maret 1996 jathilan di lemah abang ini berdiri dan diketuai oleh Bp. Sukardi. Nama dari kesenian Jathilan itu adalah TURONGGO MUDHO BUDOYO, dan ternyata cukup axiz pada masanya itu. Walaupun alat dan prasarana belum lengkap, namun sudah di minta pentas disejumlah daerah. Banyaknya peminat yang akan menjadi anggota kesenian tersebut mengugah semangat Bp.Sukardi untuk bekerja keras dalam mendapatkan alat yang lengkap. Bapak dari tiga orang anak itu memang selalu ulet dan bekerja keras guna mendapatkan apa yang di inginkan anggotanya. Dengan di bantu rekan-rekannya seperti Bp.warso, Bp.paimo, Bp.poniran, mas Waridin dan sejumlah penari-penari, akhirnya proposal yang diajukan ke balai desapun cair dan bisa untuk beli drum dan tambahan kendang jaipong.

Bertambahnya waktu dan usia, jathilan TURONGGO MUDHO BUDOYO semakin memikat hati banyak pengemarnya. Mulai dari simbah-simbah, bapak-bapak, ibu-ibu, om, tante, anak-anak dan semua kalangan. Dari situ kesenian tradisional juga mulai di gemari banyak orang, khususnya kesenian jathilan tersebut. Banyak media dari desa sitimulyo yang ternyata menyoroti kesenian jathilan desa lemah abang itu secara diam-diam, hingga akhirnya ada kesempatan jathilan TURONGGO MUDHO BUDOYO pentas di balai desa Sitimulyo dalam suatu acara yang diadakan di balai desa. Mulai dari situlah jathilan Turonggo Mudo Budoyo mulai terkenal dan banyak pengemarnya.

Setelah hampir delapan tahun berdiri, ternyata jathilan Turonggo Mudo Budoyo mempunyai hampir 30 orang anggota yang tergabung didalamnya dan nama dari kesenian jathilan itu diganti menjadi “KUDHO SEMBODO” atas keinginan sebagian besar anggotanya, dan Bp.sukardi pun mengantinya. 30 orang tersebut terdiri dari kelompok penari, wiyogo (pemusik), pawang, dan sejumlah anggota lain didalam organisasinya. Masyarakat di tempat jathilan Turonggo Mudo Budoyo berdiri itu pun selalu memberikan yang terbaik untuk memanjukan kesenian tersebut. Dan dari situlah, makna di balik “NGURI-URI KABUDAYAN JAWI” terasa sangatlah kental. Semuanya berpartisipasi, bergotong royong, dan bermufakat untuk kemajuan kesenian jathilan.

Kini usia yang ke 16 tahun (tahun 2012), Kesenian Jathilan KODHO SEMBODO sudah menyimpan segudang prestasi yang diperoleh. Mulai dari penghargaan yang diberikan oleh bapak kapolsek Piyungan terhadap Jathilan KUDHO SEMBODO dalam rangka pemilihan kesenian tersubur di Kecamatannya, berhasil menjuarai peringkat 4 Se-Kab.Bantul dalam lomba kesenian Jathilan di ParangTritis, Mewakili Kec.Piyungan dlm event-event yang di adakan di Kab.Bantul, dan masih banyak lagi.

Nah jika para pembaca ingin menyaksikan langsung kesenian jathilan Kudho Sembodo, bisa langsung datang di dusun Lemah Abang Rt04, Banyakan III, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Atau apabila bapak/ibu akan mengadakan hiburan dan ingin mengundang kesenian Jathilan ini langsung aja Call no Bp.sukardi. BIAYA SANGAT TERJAGKAU LHO!!!

Telp            : 08562966436 (Bp.sukardi)
Facebook : New Kudho Sembodo


2 comments:

  1. WADAOW.. Tampilan masih perawan kiye,, :D

    ReplyDelete
  2. hahaha, sebenere aku gak suka ngeblok,,,, gara2 di ejek simbah terus akhirnya posting deh,,hehe

    ReplyDelete